solarhigh.org, 24 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88
Hanwha Qcells, yang dikenal sebagai Qcells, adalah salah satu pemimpin global dalam industri fotovoltaik (PV), yang memproduksi sel dan modul surya berkualitas tinggi. Berbasis di Seoul, Korea Selatan, dengan kantor inovasi teknologi di Thalheim, Jerman, Qcells telah menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat strategis untuk pengembangan rantai pasok surya terintegrasi. Pada tahun 2025, Qcells telah menegaskan posisinya sebagai produsen modul surya silikon kristalin terbesar di AS, dengan investasi signifikan untuk membangun rantai pasok lengkap dari bahan baku hingga modul jadi. Artikel ini akan mengulas secara mendalam komitmen Qcells terhadap produksi buatan Amerika, termasuk fasilitas manufaktur, teknologi, dampak ekonomi, serta tantangan dan kontroversi yang dihadapi.
Sejarah dan Latar Belakang Qcells

Qcells didirikan pada tahun 1999 di Bitterfeld-Wolfen, Jerman, dan awalnya dikenal sebagai produsen sel surya polikristalin. Pada 23 Juli 2001, Qcells memproduksi sel surya polikristalin pertama di lini produksi Thalheim, yang menjadi cikal bakal “Solar Valley” Jerman, pusat industri surya di Eropa. Perusahaan ini go public pada Oktober 2005 di Bursa Efek Frankfurt, dengan harga saham awal yang tinggi memberikan modal besar untuk ekspansi. Namun, Resesi Besar 2008 dan krisis pasar surya global pada 2011 menyebabkan Qcells mengalami kerugian besar sebesar 846 juta euro dan mengajukan kebangkrutan pada April 2011.
Pada Agustus 2012, Hanwha Group, konglomerasi bisnis besar dari Korea Selatan, mengakuisisi Qcells, mengintegrasikannya ke dalam divisi energi Hanwha Solutions. Sejak itu, Qcells telah berkembang menjadi salah satu dari enam produsen sel surya terbesar di dunia pada 2019, dengan pengiriman mencapai 7,3 gigawatt (GW). Qcells kini memiliki fasilitas manufaktur di Amerika Serikat, Malaysia, dan Korea Selatan, dengan fokus pada produksi sel dan modul surya berperforma tinggi menggunakan teknologi Q.ANTUM.
Komitmen Qcells di Amerika Serikat 
Pada Januari 2023, Qcells mengumumkan investasi lebih dari $2,5 miliar untuk membangun rantai pasok surya berbasis silikon yang terintegrasi penuh di AS, dari bahan baku hingga modul jadi, dengan produksi penuh diharapkan selesai pada akhir 2024. Investasi ini didorong oleh Undang-Undang Pengurangan Inflasi (Inflation Reduction Act/IRA) yang disahkan pada 2022, yang memberikan insentif pajak untuk manufaktur energi bersih. Pada Agustus 2024, Qcells menerima komitmen pinjaman bersyarat sebesar $1,45 miliar dari Departemen Energi AS untuk membiayai pembangunan fasilitas manufaktur terintegrasi di Cartersville, Georgia. Investasi ini menjadikan Qcells sebagai satu-satunya perusahaan di Amerika Utara yang memproduksi semua komponen utama rantai pasok surya, termasuk ingot, wafer, sel, dan modul.
Fasilitas Manufaktur di Amerika Serikat
Qcells mengoperasikan dua fasilitas utama di Georgia, AS:
-
Pabrik Dalton, Georgia:
-
Beroperasi sejak 2019, pabrik ini awalnya memiliki kapasitas produksi 1,7 GW per tahun untuk modul surya.
-
Pada 2023, Qcells memperluas fasilitas ini dengan menambahkan dua lini produksi, meningkatkan kapasitas menjadi 5,1 GW per tahun.
-
Pabrik ini memproduksi modul surya menggunakan sel surya yang diimpor, meskipun sebagian besar komponen dirakit di AS.
-
-
Pabrik Cartersville, Georgia:
-
Dibuka pada April 2024, fasilitas ini merupakan yang pertama di AS dalam lebih dari satu dekade yang memproduksi ingot, wafer, sel, dan modul surya secara terintegrasi.
-
Kapasitas produksi tahunan mencapai 3,3 GW, cukup untuk memasok panel surya ke sekitar 500.000 rumah tangga Amerika per tahun.
-
Pabrik ini diharapkan mengurangi emisi karbon dari pembangkit listrik sebesar lebih dari 5 juta ton CO2e per tahun.
-
Qcells juga bekerja sama dengan Hanwha Advanced Materials Georgia (HAGA) untuk memasok film etilena vinil asetat (EVA) dari fasilitas di dekat Cartersville.
-
Kedua fasilitas ini meningkatkan kapasitas produksi modul surya Qcells di AS menjadi 8,4 GW per tahun, cukup untuk menghasilkan listrik bagi 1,3 juta rumah tangga. Dengan demikian, Qcells menjadi produsen modul surya silikon kristalin terbesar di AS.
Kemitraan dengan REC Silicon 
Qcells, melalui Hanwha Solutions, menjadi pemegang saham terbesar di REC Silicon, perusahaan yang berbasis di Norwegia, pada 2022. Qcells menandatangani kontrak pembelian polisilikon bertenaga energi bersih berbasis tenaga air selama 10 tahun dari REC Silicon, yang diproduksi di pabrik Moses Lake, Washington. Polisilikon ini menjadi bahan baku utama untuk ingot dan wafer di fasilitas Cartersville, memperkuat rantai pasok domestik Qcells dan mengurangi ketergantungan pada impor dari Asia.
Kemitraan dengan Microsoft
Pada 2024, Qcells menandatangani perjanjian selama 8 tahun dengan Microsoft untuk memasok 12 GW modul surya dan jasa teknik, pengadaan, dan konstruksi (EPC) yang diproduksi di Cartersville. Kemitraan ini menegaskan komitmen Qcells untuk mendukung transisi energi bersih di AS dan mengurangi ketergantungan pada produk impor, sekaligus memperkuat posisinya di pasar utilitas skala besar.
Teknologi dan Inovasi Qcells
Qcells dikenal karena teknologi Q.ANTUM, yang menggabungkan sel polikristalin dengan efisiensi sel monokristalin, menghasilkan panel surya dengan efisiensi antara 20% hingga 21%. Teknologi ini memungkinkan panel surya tetap efisien dalam kondisi cahaya rendah atau suhu tinggi, dengan garansi kinerja 83% setelah 25 tahun penggunaan.
Pada Desember 2024, Qcells mencapai efisiensi 28,6% pada sel tandem perovskit-silikon berukuran M10 (330,56 cm²), yang diverifikasi oleh CalLab di Fraunhofer Institute for Solar Energy Systems (ISE), Jerman. Ini menandai pencapaian pertama di dunia untuk sel berukuran industri yang dapat diintegrasikan ke dalam modul, menunjukkan komitmen Qcells terhadap inovasi. Qcells berencana memulai produksi massal sel tandem pada 2027 setelah lulus uji stres IEC dan UL.
Produk unggulan Qcells meliputi:
-
Q.PEAK DUO-G5: Modul monokristalin dengan teknologi Q.ANTUM DUO, menggunakan sel setengah potong dan desain enam busbar untuk efisiensi tinggi.
-
Q.PLUS BFR-G4.1: Modul monokristalin dengan teknologi Q.ANTUM, dirancang untuk performa optimal dalam berbagai kondisi cuaca.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Investasi Qcells di AS memiliki dampak signifikan:
-
Penciptaan Lapangan Kerja: Qcells menciptakan sekitar 2.500 pekerjaan langsung di Georgia, dengan 510 pekerja di Dalton dan sisanya di Cartersville. Sekitar 40–50% pekerjaan konstruksi diberikan kepada kontraktor lokal dari Atlanta dan Chattanooga, Tennessee. Qcells juga bermitra dengan Kennesaw State University untuk merekrut lulusan manajemen konstruksi dan menawarkan pelatihan kerja serta magang untuk penduduk Cartersville yang menghadapi hambatan kerja.
-
Manfaat Komunitas: Qcells menerapkan Community Benefits Plan (CBP) sebagai bagian dari pinjaman Departemen Energi AS, yang mencakup keterlibatan dengan komunitas lokal, penciptaan pekerjaan berkualitas, dan peningkatan kesejahteraan penduduk di daerah tertinggal dekat Cartersville.
-
Kontribusi Lingkungan: Produksi di Cartersville diharapkan mengurangi emisi karbon lebih dari 5 juta ton CO2e per tahun, mendukung transisi energi bersih AS.
Tantangan dan Kontroversi 
Meskipun Qcells telah mencapai kemajuan signifikan, beberapa tantangan dan kontroversi muncul:
-
Impor Komponen dari Tiongkok: Pada Juli 2024, dilaporkan bahwa pabrik Dalton mengimpor sel surya yang dibuat dengan wafer Tiongkok dari TCL Zhonghuan dan Gokin Solar, yang bersumber dari polisilikon di Xinjiang dari Daqo dan GCL, yang terdaftar dalam UFLPA Entity List karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Namun, tidak ada bukti bahwa polisilikon terlarang digunakan dalam panel Qcells. Pada Agustus 2023, Departemen Perdagangan AS memutuskan bahwa Qcells tidak menghindari tarif barang buatan Tiongkok.
-
Tantangan Pasar: Qcells dan First Solar mengklaim bahwa impor murah dari Asia Tenggara menghambat produksi dan penjualan domestik. Pada Mei 2025, AS memberlakukan bea masuk setelah investigasi menemukan bahwa produsen di empat negara Asia Tenggara menerima subsidi yang tidak adil, dengan Qcells dikenakan tarif subsidi 14,72% untuk produk dari Malaysia.
-
Kecelakaan Kerja: Pada Mei 2025, sebuah kecelakaan kerja di pabrik Qcells di AS menyebabkan kematian, menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan di fasilitas manufaktur.
-
Kekurangan Tenaga Kerja: Beberapa perusahaan AS, termasuk Qcells, menghadapi kesulitan menemukan tenaga kerja yang cukup untuk mendukung ekspansi, meskipun Qcells menawarkan upah kompetitif, manfaat, dan pelatihan gratis.
Konteks di Indonesia 
Meskipun artikel ini berfokus pada produksi buatan Amerika, penting untuk mencatat bahwa Qcells juga memiliki jaringan global, termasuk di Asia. Di Indonesia, pasar energi surya sedang berkembang, didorong oleh kebijakan pemerintah untuk meningkatkan energi terbarukan hingga 23% dari bauran energi nasional pada 2025. Qcells dapat memanfaatkan keahliannya dalam teknologi surya untuk mendukung proyek-proyek di Indonesia, meskipun saat ini fokus utama produksi berada di AS, Malaysia, dan Korea Selatan. Produk Qcells, seperti modul Q.PEAK DUO, dapat diimpor ke Indonesia untuk mendukung pembangunan pembangkit listrik tenaga surya skala besar atau proyek residensial.
Kesimpulan
Qcells (Hanwha Qcells) telah menunjukkan komitmen kuat terhadap produksi surya buatan Amerika melalui investasi lebih dari $2,5 miliar untuk membangun rantai pasok terintegrasi di Georgia. Dengan fasilitas di Dalton dan Cartersville, Qcells menjadi satu-satunya perusahaan di Amerika Utara yang memproduksi semua komponen utama panel surya silikon, dari ingot hingga modul, dengan kapasitas total 8,4 GW per tahun. Didukung oleh teknologi Q.ANTUM dan inovasi seperti sel tandem perovskit-silikon, Qcells memimpin transisi energi bersih di AS, menciptakan ribuan pekerjaan, dan mengurangi emisi karbon. Meskipun menghadapi tantangan seperti impor komponen Tiongkok, tarif, dan kecelakaan kerja, Qcells tetap menjadi pionir dalam industri surya, dengan dampak positif bagi ekonomi dan lingkungan. Keberhasilan Qcells di AS juga dapat menjadi inspirasi bagi pasar energi terbarukan di negara lain, termasuk Indonesia.
Sumber
-
Reuters: S. Korea’s Hanwha Qcells to invest $2.5 bln in U.S. solar supply chain
-
Solar Power World: Qcells will manufacture every part of a silicon solar panel in the United States
-
KED Global: Qcells launches commercial operations at new plant in Georgia, US
BACA JUGA: Seni dan Tradisi Negara Palau: Warisan Budaya Mikronesia yang Kaya
BACA JUGA: Letak Geografis dan Fisik Alami Negara Seychelles
BACA JUGA: Kampanye Publik: Strategi, Implementasi, dan Dampak dalam Mendorong Perubahan Sosial